Lebanon telah membuat keputusan kontroversial untuk mendeportasi Abdul Rahman Yusuf, seorang aktivis dan pembangkang berkebangsaan Mesir-Turki, ke Uni Emirat Arab (UEA). Yusuf adalah putra dari ulama terkenal Mesir, Yusuf al-Qaradawi. Keputusan ini memicu reaksi keras di media sosial dari berbagai kalangan yang menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang mendasar.
Abdul Rahman Yusuf ditangkap oleh pihak berwenang Lebanon pada tanggal 28 Desember setelah kembali dari Suriah. Ia diketahui menghadiri perayaan yang diadakan setelah jatuhnya rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Yusuf dikenal sebagai kritikus tajam terhadap Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi. Dalam beberapa video yang direkam di Damaskus, ia menyatakan harapannya bahwa masa depan negara-negara Arab, termasuk Mesir, Arab Saudi, dan UEA, tidak akan terhalang.
Dalam salah satu videonya, Yusuf menyatakan, "Yakinlah, kemenangan akan segera tiba, di Mesir, Tunisia, Libya, Yaman, dan semua negara yang melawan ketidakadilan dan tirani." Pernyataan ini kemudian menjadi viral di media sosial berbahasa Arab, dengan banyak akun yang terkait dengan pemerintah Saudi dan Mesir menyerukan agar Yusuf dideportasi.
Belum ada komentar resmi dari pejabat Lebanon mengenai kasus ini. Namun, saluran berita lokal LBC melaporkan bahwa kabinet Lebanon telah memutuskan untuk mendeportasi Yusuf ke UEA setelah adanya diskusi hukum dan politik yang berkepanjangan terkait penangkapannya. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan deportasi tersebut akan dilaksanakan.
Keputusan ini menciptakan gelombang reaksi di media sosial, dengan banyak netizen yang mengkritik dan menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap tindakan pemerintah Lebanon. Mereka menilai keputusan ini sebagai tindakan sewenang-wenang dan tidak adil, melanggar hak-hak dasar manusia untuk berbicara dan mengungkapkan pendapat.
Kisah Abdul Rahman Yusuf menjadi perhatian banyak orang di dunia Arab, mencerminkan ketegangan politik yang ada dan tantangan bagi para aktivis yang berjuang untuk kebebasan berekspresi. Kejadian ini menunjukkan bagaimana suara-suara kritis sering kali dihadapi dengan tindakan tegas oleh pemerintah yang berkuasa.
Dengan situasi yang terus berkembang, banyak yang menunggu informasi lebih lanjut tentang nasib Yusuf dan dampaknya terhadap gerakan aktivisme di kawasan tersebut.
Lebanon Deportasi Aktivis Abdul Rahman Yusuf UEA