SZA, penyanyi pemenang Grammy berusia 35 tahun, baru-baru ini menjawab kritik tentang penampilannya yang diposting di media sosial. Dalam sebuah video throwback yang diunggahnya, SZA mengenang masa tinggal di rumah ibunya selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Dia berbagi tentang dampak mental yang dialaminya selama masa karantina tersebut.
Meskipun banyak penggemar memberikan komentar positif, ada seorang pengguna media sosial yang mengomentari perubahan penampilannya. Pengguna tersebut menulis, "aka sebelum dia menjadi besar dan budaya BBL seperti." SZA merespons komentar tersebut dengan cepat, menjelaskan bahwa komentar semacam itu adalah salah satu alasan dia menjauh dari interaksi dengan penggemar selama beberapa tahun terakhir.
Dia menuliskan, "Kalian mengatakan hal-hal aneh seperti ini dan bertanya-tanya mengapa saya berbeda dan tidak merasa nyaman dengan kalian lagi. Lol. Kalian semua sadar bahwa saya maksudkan berbeda adalah saya tidak lagi siaran langsung dan tidak berkomunikasi dengan kalian seperti dulu lagi lho, bukan berbeda dalam arti mengubah penampilan saya."
SZA tampaknya merasa perlu untuk menjelaskan bahwa perubahan dalam cara dia berinteraksi dengan penggemar bukan karena penampilannya, melainkan karena komentar negatif yang sering diterimanya. Ini menunjukkan betapa pentingnya menghargai dan mendukung satu sama lain di media sosial, terutama di kalangan publik figur yang sering menjadi sasaran kritik.
SZA juga menambahkan lebih banyak pemikirannya di tautan yang dia bagikan di bio-nya, menunjukkan bahwa dia ingin berbagi lebih banyak tentang perasaannya dan mengajak penggemar untuk memahami situasinya dengan lebih baik.
SZA body-shaming media sosial kritik penampilan