KOTA MALANG – Di tengah dominasi kanvas sebagai media lukis, Dion Murdiono, seniman asal Desa Cendono, Kabupaten Pasuruan, justru memilih jalur yang berbeda. Ia mengubah batu granit menjadi karya seni bernilai tinggi, menggabungkan teknik doting atau stippling dengan sentuhan presisi yang membutuhkan kesabaran ekstra.
Pria kelahiran Semarang ini sudah akrab dengan dunia seni sejak duduk di bangku SD. Selepas lulus SMK, Dion merantau ke Surabaya dan mulai menekuni profesi pelukis secara serius.
Kini, ia memusatkan kreativitasnya pada media batu granit yang dibentuk menyerupai bidang lukis.
“Kalau di pointillism itu permainan warna, saya lebih ke doting. Warna dasar batu hitam diberi tinta putih, atau batu putih diberi tinta hitam. Prinsipnya, titik-titik kecil membentuk gambar utuh,” terang Dion.
Proses pengerjaan setiap karya bergantung pada ukuran dan tingkat detail. Lukisan kecil bisa diselesaikan dalam sehari, sementara karya berukuran besar membutuhkan waktu hingga tiga hari.
“Objek dengan pola rumit, seperti motif batik atau pakaian putih, memerlukan ribuan titik yang dikerjakan satu per satu,” katanya.
Untuk melukis, Dion memanfaatkan alat baja runcing dan bor mini dengan berbagai mata bor. Bahan baku granit ia dapatkan dari pabrik di Mojokerto dalam bentuk lembaran besar, kemudian dipotong sesuai ukuran pesanan.
“Ketelitian menjadi kunci, karena kesalahan goresan dapat memaksa pengerjaan ulang dari awal,” jelasnya.
Karya Dion umumnya berbentuk potret close up yang menyerupai foto asli, digrafir langsung di atas permukaan granit.
“Proses ini membuat setiap lukisan tidak hanya unik, tetapi juga tahan lama,” imbuhnya
Pemesanan dilakukan secara fleksibel, baik dengan menyediakan media granit sendiri maupun menggunakan bahan dari Dion.
Sistem pembayaran biasanya 50 persen di muka, dengan tarif mulai Rp500 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.
Minat masyarakat terhadap karyanya terus meningkat, baik untuk koleksi pribadi maupun hadiah bernilai seni.
“Seni itu tak harus terpaku pada kanvas. Batu pun bisa bercerita,” pungkasnya.
Bagi Dion, melukis di atas batu granit bukan sekadar profesi, tetapi cara untuk menghadirkan karya seni yang berbeda dari kebanyakan seniman lukis.(df)*
pelukis batu granit seni unik Pasuruan doting karya seni seni batu potret seni modern