Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Jalur Mlaras Sumobito Kembali Telan Korban Jiwa, Polisi Imbau Pengendara Waspada

JOMBANG - Jalan Raya Desa Mlaras, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan maut melibatkan dua sepeda motor dan satu sepeda angin merenggut satu korban jiwa, Jumat (8/8/2025) dini hari.

Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 04.15 WIB ini menewaskan Rokin (53), warga Dusun Bakalan, Desa Bakalan, yang saat kejadian mengayuh sepeda angin. Dua pengendara motor lainnya mengalami luka-luka.

Menurut keterangan saksi, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Supra bernopol S-3971-WL yang dikendarai Gatot Subroto (62) melaju dari arah Sumobito menuju Peterongan. 

Motor tersebut menabrak sepeda angin di depannya hingga membuat korban terjatuh. 

Tak sempat menguasai kemudi, Gatot oleng ke kanan dan bertabrakan frontal dengan Honda Supra bernopol S-4571-JCG yang dikendarai Eko Yulianto (43) dari arah berlawanan.

Benturan keras membuat Rokin mengalami luka berat dan meninggal dunia saat dirawat di RSUD Jombang. 

Sementara Gatot dan Eko kini menjalani perawatan di Puskesmas Sumobito.

“Kendaraan yang terlibat sudah kami amankan. Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” terang Ipda Siswanto, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang.

Jalan Raya Mlaras dikenal sebagai jalur yang ramai dilintasi warga sejak dini hari, baik oleh pengguna motor, sepeda, maupun kendaraan niaga. Minimnya penerangan dan kecepatan kendaraan yang relatif tinggi di pagi buta kerap memicu kecelakaan.

Polisi mengimbau para pengendara agar meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, dan mengurangi kecepatan, terutama di jalur-jalur yang rawan kecelakaan.

“Keselamatan harus jadi prioritas. Jangan memaksakan diri melaju kencang, apalagi saat kondisi jalan masih gelap,” tegas Siswanto.(lok)*

library_books Elok Apriyanto / Satlantas Jom