KOTA BATU - Warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia yang meninggal dunia dalam kondisi membusuk di rumahnya sendiri, pada Selasa (5/8/2025) siang. Peristiwa ini tak hanya menyisakan duka, tetapi juga menjadi cermin lemahnya deteksi sosial terhadap lansia yang hidup sendirian di tengah masyarakat.
Korban diketahui bernama Laspari (66), warga Jalan Wukir No. 46 RT 06 RW 04, yang selama ini tinggal sendiri sejak anak-anaknya menikah dan hidup terpisah.
Warga sekitar mulai curiga setelah mencium bau menyengat dari arah rumah korban yang beberapa hari tidak terlihat beraktivitas.
Saiful Anwar, tetangga korban, mengungkapkan bahwa bau tidak sedap mulai tercium sejak pagi, ditambah jendela rumah korban terlihat dipenuhi lalat hijau.
“Setelah kami intip dan mendapati kondisi mencurigakan, kami putuskan untuk mencongkel jendela. Ternyata beliau sudah meninggal dunia, terlentang di kamar dengan tubuh membengkak,” jelasnya.
Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kelurahan dan Polsek Batu. Tim Inafis Polres Batu bersama petugas medis langsung melakukan identifikasi di lokasi.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kasi Humas Polres Batu, Aiptu Dony, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Ia memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada unsur pidana. Korban memiliki riwayat komplikasi jantung dan sebelumnya sempat berobat ke RSI Batu,” jelas Dony, pada Rabu (6/8/2025).
Pihak keluarga juga menguatkan informasi medis tersebut dan memilih untuk tidak melakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk proses lanjutan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Lurah Temas, Adi Santoso, juga memastikan tidak ada barang-barang yang hilang dari rumah korban. “Kondisi rumah saat ditemukan aman, pintu terkunci dari dalam, tidak ada kerusakan atau tanda pencurian,” katanya.
Peristiwa ini menambah deretan kasus lansia yang meninggal dunia sendirian di rumah tanpa terpantau lingkungan sekitar.
Meski keluarga rutin menjenguk Laspari setiap akhir pekan, namun di hari-hari biasa ia menjalani hidup seorang diri.
Kondisi ini menyentil pentingnya peran lingkungan, RT/RW, dan lembaga sosial dalam membangun sistem deteksi dini terhadap warga yang hidup dalam kesendirian, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Aktivis sosial di Kota Batu, Rina Wahyuni, menyebut bahwa peristiwa seperti ini seharusnya menjadi pemicu lahirnya gerakan komunitas tanggap lansia. “Kita butuh sistem yang lebih dari sekadar sapaan. Misalnya, ada jadwal kunjungan rutin oleh kader posyandu lansia, RT, atau relawan kesehatan,” terangnya.
Ia juga mengusulkan agar Pemkot Batu memperluas program kunjungan rumah atau home care bagi warga lansia tunggal, seiring meningkatnya populasi warga lanjut usia di daerah wisata ini. Kematian Laspari mungkin terjadi karena sebab alamiah, namun kepergiannya secara sunyi menunjukkan pentingnya empati sosial dan keterlibatan lingkungan.(gus)*
lansia meninggal dunia batu sosial deteksi dini warga rumah kesehatan komunitas perlindungan