Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Inovasi Keamanan Digital: Ketika WhatsApp Jadi Senjata Baru Polisi Kota Malang

KOTA MALANG – Di era teknologi digital, keamanan tak lagi hanya bergantung pada patroli fisik dan pos jaga. Polresta Malang Kota kini hadirkan pendekatan baru dalam menjaga keamanan kota melalui integrasi teknologi yang dekat dengan keseharian masyarakat, WhatsApp.

Lewat peluncuran inovasi bertema "Jogo Malang Presisi", Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono perkenalkan sistem pengamanan berbasis aplikasi yang memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian secara instan. 

Cukup dengan satu sentuhan di tombol “panic button” yang tertanam di aplikasi WhatsApp, laporan warga langsung terdeteksi oleh sistem, lengkap dengan lokasi secara real-time, dan ditindaklanjuti oleh personel terdekat.

"Inilah bentuk kesiapsiagaan Polresta Malang Kota yang konkret dan berbasis teknologi. Sistem membaca radius kejadian, dan anggota terdekat akan langsung merespons. Tidak perlu lagi mengetik laporan panjang," terang Kombes Pol Nanang saat peluncuran sistem, pada Kamis (7/8/2025), di Mapolresta Malang Kota.

Dengan dukungan 900 personel yang telah disiagakan di seluruh wilayah hukum Polresta Malang Kota, aplikasi ini bukan hanya bicara teknologi, tapi juga tentang kecepatan dan efisiensi penanganan. 

Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Polresta Malang Kota dengan Kementerian PAN-RB, serta terintegrasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kota Malang.

“Ketika masyarakat merasa terancam oleh premanisme, atau ada bencana kecil seperti pohon tumbang atau kebakaran ringan, cukup tekan tombol. Tak butuh waktu lama, petugas akan datang,” imbuhnya.

Sistem ini menggunakan fitur Sherlock untuk mendeteksi lokasi pelapor secara otomatis, sehingga tidak hanya cepat, tapi juga akurat.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik inovasi ini. Menurutnya, hadirnya sistem keamanan digital seperti Jogo Malang Presisi merupakan terobosan yang menjawab langsung kebutuhan masyarakat urban.

"Dengan integrasi ke WhatsApp, masyarakat merasa seolah-olah polisi ada di samping mereka. Ini menghadirkan rasa aman secara psikologis," katanya. 

Bahkan, menurut simulasi yang telah dilakukan, respons petugas bisa dilakukan dalam waktu kurang dari 10 menit sejak tombol ditekan.

Wahyu juga menekankan bahwa sistem keamanan yang modern dan tangguh merupakan daya tarik penting bagi masuknya investasi ke Kota Malang. 

“Ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga pertumbuhan ekonomi. Kota yang aman akan menarik investor. Karena itu, kami mendukung penuh inovasi Polresta Malang Kota,” tandasnya.

Keberhasilan Polresta Malang Kota dalam menciptakan sistem ini mendapat perhatian nasional. Kemenpan RB dan Mabes Polri dikabarkan memberikan apresiasi tinggi atas terobosan ini. 

Hingga saat ini, belum ada inovasi serupa di wilayah lain di Jawa. Transformasi digital bisa dilakukan oleh satuan kepolisian di tingkat daerah dengan kemauan, kolaborasi, dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat.(df)*

library_books Dafa Wahyu Pratama / Polresta