Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

PMI Kota Batu Kembali Layani Masyarakat Setelah Krisis Keuangan

Kota Batu - Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu resmi kembali beroperasi Pada Rabu, (6/8/2025), setelah sempat tutup sementara. Penutupan ini disebabkan oleh belum cairnya anggaran operasional dari pemerintah daerah. Setelah beberapa bulan berhenti beraktivitas, kini PMI Kota Batu mulai melayani masyarakat lagi, termasuk pengantaran pasien dan jadwal donor darah.

Ketua PMI Kota Batu, Punjul Santoso, mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan kembali berjalan normal. 

"Alhamdulillah, hari ini (kemarin) buka sesuai jadwal dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Hari pertama ini, kami langsung melayani aduan masyarakat terkait pelayanan antar jemput pasien," ucapnya.

Selain layanan antar jemput pasien, PMI Kota Batu juga akan mengadakan jadwal donor darah sebanyak enam kali di bulan Agustus ini. 

Mereka juga akan mengikuti kegiatan Jumbara Palang Merah Remaja (PMR) di Gresik pada 17 September. 

Punjul menambahkan bahwa mereka sudah mengirim surat permohonan kepada Wali Kota Batu untuk pelantikan hasil Musyawarah Kota (Muskot) serta menunggu jadwal resmi dari pemerintah.

Terkait anggaran, Punjul menjelaskan bahwa dalam 1-2 hari ke depan dana operasional yang sempat tertunda akan segera dicairkan. 

Anggaran tahunan PMI Kota Batu sekitar Rp 120 juta, dengan pengeluaran rata-rata per bulan antara Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. 

Dana ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti operasional ambulans, listrik, telepon, air, Wi-Fi, konsumsi, dan obat-obatan.

Selama tujuh bulan terakhir, PMI Kota Batu mengalami kesulitan keuangan. 

Tanpa dukungan dana dari pemerintah, mereka harus mengandalkan dana talangan dari pengurus internal yang mencapai sekitar Rp 80 juta. 

Dana tersebut digunakan untuk menjaga kegiatan tetap berjalan, termasuk biaya operasional kantor dan alat kesehatan.

Kepala Markas PMI Kota Batu, Abdul Muntholib, menjelaskan bahwa selama periode tersebut, seluruh aktivitas berjalan tanpa bantuan dana dari pemerintah daerah.

"operasional bulanan selama Februari hingga Juli hanya mampu bertahan berkat dana talangan dari pengurus," pungkasnya.

Setelah mediasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batu, masalah ini akhirnya bisa diselesaikan. Hasil mediasi menyatakan bahwa terjadi miskomunikasi terkait hasil Muskot PMI Kota Batu. Setelah penyelesaian ini, kegiatan PMI kembali normal dan dapat melayani masyarakat secara optimal lagi.(gus)*

library_books Agus Susanto/pmi