Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Wali Kota Batu Dukung Pariwisata Inklusif dan Digitalisasi

KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam sebuah acara di Kota Malang, Wali Kota Batu, Nurochman, menekankan pentingnya kolaborasi dan digitalisasi dalam mengembangkan wisata di daerahnya.

"Pariwisata adalah kekuatan utama ekonomi Kota Batu. Kami memiliki 47 destinasi wisata yang mencakup 24 desa atau kelurahan wisata dan 23 objek daya tarik wisata (ODTW) yang terus kami kembangkan." kata Nurochman, saat berada di Balaikota Among Tani pada Senin (28/7/2025).

Dalam program yang bertema #KWBSafeTourism dengan slogan "Everyday is Holiday", Nurochman menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata bukan hanya tentang menarik wisatawan, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung pelaku ekonomi kreatif dan pelestarian budaya. 

"Kami ingin wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke sini," tambahnya.

Nurochman juga menjelaskan strategi pariwisata Kota Batu yang menggunakan pendekatan Pentahelix, yaitu kerja sama antara akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. 

Dia menyebut kemitraan dengan pengelola destinasi besar seperti Jatim Park dan Selecta sebagai contoh keberhasilan kolaborasi ini.

“Model kolaborasi ini telah menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri,” ucapnya.

Pemerintah Kota Batu juga meluncurkan aplikasi SipBanget yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata dan mendukung transaksi non-tunai. Aplikasi ini diharapkan memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta pengelola desa wisata.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pariwisata menyumbang 35 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batu, yang mencapai Rp20,254 triliun pada tahun 2024. 

Selain itu, event besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan perputaran uang hingga Rp8,3 miliar.

Nurochman menargetkan 11,1 juta kunjungan wisatawan tahun ini, dengan rata-rata belanja Rp2,1 juta per hari, dan tingkat okupansi akomodasi mencapai 93 persen. 

Lebih dari 450 UMKM terlibat dalam ekosistem pariwisata Kota Batu, dan pemerintah berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ini bermanfaat bagi masyarakat setempat.

“Kami ingin desa-desa wisata menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pertumbuhan ini harus inklusif dan berkeadilan,” tegas Nurochman.

Pemkot Batu juga menekankan bahwa pariwisata bukan hanya soal angka kunjungan, tetapi juga tentang melestarikan budaya lokal dan nilai-nilai sosial. Dengan pendekatan ini, Kota Batu ingin menghindari pariwisata massal yang seringkali mengabaikan keberlanjutan.

“Jika desa-desa bisa menjadi pelaku, bukan hanya objek, maka pariwisata di Batu akan tumbuh dari dalam,” tutupnya.

Kota Batu menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan kolaborasi antar pihak, diharapkan slogan "everyday is holiday" bisa menjadi kenyataan bagi seluruh warga Kota Batu.(gus)*

library_books Agus Susanto / Prokopim