Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pendekatan Humanis dan Teknologi Satlantas Polres Malang berhasil Tekan Angka Kecelakaan selama

Kabupaten Malang – Upaya Polres Malang dalam mengurangi kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan persuasif dan teknologi selama Operasi Patuh Semeru 2025 menunjukkan hasil yang positif. Dalam waktu 14 hari, dari 14 hingga 27 Juli 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun hingga 57 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, selama operasi tersebut tercatat 6.988 pelanggaran lalu lintas, namun hanya terjadi 12 kecelakaan.

Ini jauh lebih sedikit dibandingkan 28 kecelakaan yang terjadi di tahun 2024.

"Penurunan jumlah kecelakaan ini menunjukkan bahwa upaya preemptif dan preventif kami cukup efektif. Kami bersyukur tidak ada korban meninggal dunia selama operasi ini," kata AKP Chelvin pada Senin (29/7/2025).

Selama operasi, lebih dari 96 persen pelanggaran ditindak secara persuasif dengan 6.757 teguran langsung. 

Sementara itu, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik mobile maupun statis mencatat pelanggaran lainnya, dengan tidak ada tilang manual yang dikeluarkan.

"Fokus kami kali ini adalah pendekatan persuasif melalui edukasi dan teguran. Pelanggaran tetap kami catat untuk evaluasi ke depan," tambahnya.

Pelanggaran terbanyak berasal dari pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, dengan total 5.232 pelanggaran. 

Selain itu, ada pelanggaran lainnya seperti tidak membawa SIM (606), tidak membawa STNK (230), dan menerobos lampu merah (211).

Operasi ini juga melibatkan sosialisasi yang masif, dengan 3.494 kegiatan preemptif seperti penyuluhan langsung, pemasangan spanduk keselamatan, dan edukasi digital melalui media sosial.

Jumlah kegiatan preventif pun sama, mencapai 3.494 kegiatan yang meliputi pengaturan lalu lintas, penjagaan, patroli, dan pengawalan di titik-titik rawan kecelakaan.

Efektivitas teknologi ETLE semakin dirasakan, di mana sistem ETLE mobile berhasil menangkap 215 pelanggaran, semua terkait pengendara yang tidak memakai helm. Sementara ETLE statis mencatat 16 pelanggaran.

"Kami akan terus memperkuat sinergi antara teknologi, edukasi, dan tindakan preventif sebagai strategi utama dalam menjaga keamanan lalu lintas di Kabupaten Malang," pungkas AKP Chelvin.

Operasi Patuh Semeru 2025 menggarisbawahi bahwa edukasi dan inovasi adalah pondasi utama dalam membangun budaya berlalu lintas yang aman dan beradab.(mul)*

library_books Slamet Mulyono / Humas Polres