Kabupaten Malang - Identitas korban tenggelam di Bendungan Selorejo, Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, akhirnya terungkap. Korban yang sebelumnya dikenal sebagai Mr. X tersebut bernama Edi Susilo, seorang warga Dusun Wonorejo RT 03 RW 03, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Jenazah Edi Susilo telah diserahkan kepada pihak keluarga pada hari Kamis, 10 Juli 2025, di RS Hasta Brata Kota Batu.
Proses ini berlangsung setelah keluarga datang dan mengenali ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan Edi pada saat kejadian.
"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk warga, petugas kepolisian, PMI, dan tim evakuasi yang telah membantu pencarian hingga proses penyerahan jenazah almarhum Edi Susilo," ungkap, perwakilan keluarga korban.
Korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 9 Juli 2025 malam, setelah tenggelam di Bendungan Selorejo.
Menurut keterangan saksi bernama Parno (52), seorang nelayan lokal, Edi terlihat menggunakan perahu milik nelayan lain dan menunjukkan perilaku yang aneh sebelum akhirnya hilang dari pandangan.
"Dia sempat tertawa dan melambaikan tangan saat saya memperingatkannya. Dari penampilannya, saya menduga dia mengalami gangguan kejiwaan," jelas, Parno.
Perahu yang digunakan Edi ditemukan terbalik di tengah bendungan, dan proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Ngantang, Basarnas, PMI, serta warga sekitar. Jenazah Edi berhasil dievakuasi sekitar pukul 20.40 WIB.
Kapolsek Ngantang, IPTU Eka Yuliandri Aska, menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di area rawan seperti waduk atau bendungan.
"Kami imbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat orang asing atau perilaku tidak biasa di sekitar perairan. Kerja cepat bisa menyelamatkan nyawa," tegasnya.
Bendungan Selorejo dikenal sebagai waduk yang luas dan dalam, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi bagi siapa pun yang beraktivitas di sekitarnya, terutama tanpa pengawasan atau perlengkapan keselamatan yang memadai.
"Ini bukan hanya tragedi, tapi juga peringatan tentang pentingnya perlindungan sosial bagi mereka yang rentan, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ke depan, koordinasi antarinstansi sangat dibutuhkan." tambah, Aiptu Suhardi, Bhabinkamtibmas Desa Mulyorejo.
Insiden ini juga membuka wacana tentang pentingnya perhatian pemerintah terhadap ODGJ.
Banyak kasus serupa terjadi karena kurangnya sistem pemantauan dan perlindungan yang memadai di tingkat desa atau kelurahan.
"ODGJ bukan hanya urusan medis, tapi juga sosial dan keamanan. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan aparat wajib bersinergi memantau dan menangani kasus-kasus seperti ini sebelum terjadi hal fatal," tutupnya.
Pihak keluarga telah membawa jenazah Edi ke rumah duka di Gandusari, Blitar, untuk segera dimakamkan. Masyarakat sekitar bendungan juga diminta untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan perairan agar aman dari kejadian serupa.(gus)*
korban tenggelam Bendungan Selorejo Edi Susilo keluarga