Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mahasiswa FIB UB Laksanakan Program Pengabdian Masyarakat di 56 Desa

Pendidikan – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan mengadakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tematik. 

Sebanyak 727 mahasiswa resmi diberangkatkan untuk menjalankan program ini di 56 desa yang tersebar di Kabupaten Malang dan wilayah urban Kota Malang. Kegiatan ini berlangsung mulai dari 9 Juli hingga 8 Agustus 2025.

Pelepasan mahasiswa dilakukan pada Rabu pagi di Lapangan Parkir FIB UB Gedung B. 

Acara ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, dan orang tua mahasiswa. 

Para peserta diberangkatkan menggunakan puluhan truk dan mobil dalam dua gelombang.

"Kegiatan ini bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga bentuk nyata pendidikan karakter dan keterlibatan sosial. Mahasiswa dilatih untuk menjadi intelektual transformatif yang berpihak pada masyarakat." kata, Dekan FIB UB, Sahiruddin, M.A., Ph.D.

Program ini dibagi menjadi tiga skema utama: 

PkM berbasis program dosen 

PkM Tematik Mahasiswa 

PkM koordinatif bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UB. 

Dengan 56 kelompok yang telah dibentuk, mahasiswa FIB UB akan menyasar isu-isu lokal seperti pelestarian budaya, pengembangan desa wisata, pendidikan berkualitas, penguatan literasi digital, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

"Kami ingin PkM ini menjadi proses dua arah, di mana mahasiswa belajar dari masyarakat, dan masyarakat memperoleh nilai tambah dari pengetahuan yang dikembangkan oleh kampus," jelas Dr. Istiqomah Wulandari, M.Ed., Ketua Pelaksana PkM FIB UB 2025.

Hasil dari kegiatan ini tak hanya berupa laporan akademik, tetapi juga akan dikemas menjadi dokumentasi budaya, cerita digital, artikel jurnal, dan platform edukasi daring yang dapat diakses oleh publik. 

PkM Tematik FIB UB juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan lembaga mitra, termasuk Bakesbangpol, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu.

Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat aspek keamanan, efektivitas koordinasi di lapangan, serta relevansi program dengan kebutuhan lokal. 

Penyebaran mahasiswa dilakukan secara merata ke 11 kecamatan, termasuk Wajak, Wonosari, Wagir, Pakisaji, Dau, Singosari, Kromengan, Bantur, Poncokusumo, serta desa-desa urban seperti Blimbing, Kedungkandang, dan Klojen.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pengabdian bukan hanya kewajiban, tetapi juga strategi untuk membangun kapasitas masyarakat secara partisipatif. 

Dengan pendekatan budaya, FIB UB memposisikan desa sebagai mitra dalam proses belajar, bukan hanya sebagai objek bantuan.

"Kami ingin mahasiswa keluar dari zona nyaman, bersentuhan langsung dengan realitas sosial dan budaya desa. PkM ini adalah ruang belajar yang sebenarnya, tempat di mana mereka membangun empati, kreativitas, dan tanggung jawab sosial." imbuh, Sahiruddin. 

Mahasiswa FIB UB, dengan pengetahuan lintas disiplin dan sensitivitas budaya, diharapkan dapat membawa harapan dan melakukan transformasi sosial di ruang-ruang yang sering terlupakan.(rif)

library_books Arif Rahman Hakim