Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Salomas Diversity: Sinergi Budaya, Pariwisata, dan Pendidikan di Kota

Kota Batu - Dikenal sebagai kota wisata, kini menegaskan perannya dalam budaya dengan menggelar acara Salomas Diversity. Acara ini berlangsung di Zam-Zam Hotel pada Sabtu malam, 24 Mei 2025. Salomas Diversity adalah pagelaran seni yang melibatkan berbagai komunitas dan generasi.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Batu, H. Nurochman. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjadikan ruang publik sebagai tempat untuk berkreasi dan belajar budaya. 

"Salomas Diversity adalah langkah nyata untuk menciptakan ruang kreatif bagi generasi muda dan seniman kita. Kegiatan seperti ini penting bukan hanya untuk melestarikan budaya, tapi juga untuk membentuk karakter generasi muda agar mencintai budaya sendiri," ujar Nurochman.

Pagelaran ini menampilkan kolaborasi antara Sanggar Seni Karsa Budaya dan SMA Immanuel Kota Batu. Selain sebagai hiburan, acara ini juga bertujuan untuk mengintegrasikan seni, pendidikan, dan pariwisata. Wali Kota Nurochman juga mengatakan bahwa seni dan budaya Kota Batu memiliki daya saing yang tinggi dan telah dikenal di tingkat internasional. Beberapa seniman dari Kota Batu bahkan telah tampil di luar negeri, seperti di Osaka, Jepang.

"Ini menunjukkan bahwa kita tidak kekurangan talenta. Saatnya kita memperkuat ruang-ruang kreatif seperti ini agar generasi muda tumbuh dengan identitas budaya yang kuat dan siap bersaing secara global," tambahnya.

Wali Kota juga mengajak pelaku industri wisata dan perhotelan untuk mendukung kegiatan budaya sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan strategi promosi daerah. 

"Kami berharap hotel-hotel dan pelaku usaha lainnya ikut mendukung kegiatan budaya. Ini bukan hanya soal pelestarian, tetapi juga bagian dari ekonomi kreatif," tegasnya.

General Manager Zam-Zam Hotel, Rudi Rinanto, menekankan bahwa Salomas Diversity bukan hanya acara pertunjukan, tetapi juga ruang inklusi yang menghubungkan berbagai generasi dan latar belakang. 

"Kami melibatkan langsung para siswa agar mereka tidak hanya menonton, tetapi juga berpartisipasi dan belajar mencintai budaya sejak dini," jelas Rudi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebut acara ini sebagai contoh sinergi antara seni budaya, pariwisata, dan pendidikan. 

"Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membentuk ekosistem pariwisata yang berkelanjutan," ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Owner Zam-Zam Hotel, Ir. Widagdo, dan perwakilan PHRI Kota Batu, Didik Rocky. Salomas Diversity menjadi simbol semangat kolaboratif di Kota Batu, menjadikan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan kota yang kreatif dan berdaya saing.

Melalui Salomas Diversity, Kota Batu menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga modal masa depan, terutama ketika terintegrasi dengan pendidikan dan ekonomi kreatif.(gus)*

library_books Agus Susanto