Kota Batu – Program Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini sudah memasuki tahap pembangunan yang nyata. Sekolah ini bertujuan untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Mulai bulan Juli 2025, SR akan membuka lima lokasi utama dan sepuluh lokasi tambahan untuk siswa baru.
Salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian khusus adalah UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (PPSPA) di Kota Batu. Di sini, akan ada tiga rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi lokasi tersebut dengan penuh semangat.
"Sekolah Rakyat hadir untuk memutus mata rantai kemiskinan. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir anaknya putus sekolah karena alasan biaya," ungkap Khofifah kepada para calon siswa dan orang tua di UPT PPSPA Kota Batu.
Berbeda dari sekolah biasa, SR menerapkan konsep boarding school gratis untuk anak-anak dari Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Artinya, sekolah ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga yang sangat miskin. Dengan fasilitas asrama, anak-anak dapat belajar tanpa harus memikirkan biaya makan, tempat tinggal, dan fasilitas belajar.
Khofifah menambahkan, "Negara memastikan pendidikan dan masa depan anak-anak Indonesia harus lebih baik dari orang tuanya saat ini." Hal ini menunjukkan bahwa SR adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan struktural di masyarakat.
Selain di Kota Batu, program SR juga akan dibangun di lokasi-lokasi lain seperti:
- Kampus Kawi BPSDM Jatim (Kota Malang) – 3 rombel SMA
Beberapa gedung sudah siap digunakan, sementara dua lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan bersama Kementerian PUPR.
Kunjungan Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya dukungan psikologis bagi orang tua. Ia menjelaskan, "Sekarang para orang tua bisa melihat langsung sekolah dan asrama anak-anak mereka, sehingga mereka merasa lebih tenang dan yakin."
SR tidak hanya membangun gedung, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat, khususnya di kalangan keluarga miskin. Awalnya, program ini tidak begitu dikenal, tetapi setelah sosialisasi, jumlah pendaftar sudah melebihi kuota yang ditentukan.
Khofifah menjelaskan, "Awalnya respon masih sedikit, tapi Alhamdulillah sekarang pendaftar Sekolah Rakyat sudah melebihi kuota," ucapnya dengan optimis.
Program ini juga didukung penuh oleh Presiden RI Prabowo Subianto, dan menjadi bagian dari komitmen negara untuk memenuhi hak pendidikan bagi semua warga, terutama yang rentan.
Dengan Sekolah Rakyat, Jawa Timur tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun harapan dan keadilan sosial untuk keluarga miskin. Di balik setiap bangku sekolah gratis yang tersedia, ada satu mata rantai kemiskinan yang dipatahkan.
Sekolah Rakyat pendidikan gratis Jawa Timur Khofifah anak miskin