Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Difabel Tuli Ikuti Pelatihan Forklift di Malang

Kabupaten Malang – Sebanyak 10 penyandang disabilitas tuli mengikuti pelatihan keterampilan teknis pengoperasian forklift di LPK Ngajum Edutrain, Kabupaten Malang. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 5 hingga 16 Mei 2025 dan bertujuan untuk menciptakan dunia kerja yang lebih inklusif dan setara.

Pelatihan ini diinisiasi oleh Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Kabupaten Malang, dengan dukungan dari Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) melalui program Gender Equality and Social Inclusion in Infrastructure (GESIT).

"Kami ingin dunia kerja di sektor infrastruktur dan logistik menjadi lebih terbuka, adil, dan ramah bagi semua, tanpa terkecuali," kata Jaepry Minaka, Ketua Pelaksana Pelatihan, pada hari Sabtu (17/5/2025).

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik dari instruktur profesional dengan pendekatan yang komunikatif dan inklusif. Keterbatasan pendengaran tidak menjadi halangan, malah menjadi tantangan yang dihadapi bersama dengan semangat yang tinggi.

Hafsah, salah satu peserta pelatihan, mengatakan, "Materi disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, dan para instruktur sangat sabar serta mendukung," disampaikannya sambil didampingi oleh juru bahasa isyarat Meilisa Trisetya Arum.

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas mampu bersaing di dunia kerja formal, terutama di sektor yang terkesan tidak ramah bagi difabel, seperti logistik dan pengoperasian alat berat.

"Awalnya saya sempat ragu, tetapi ternyata saya bisa mengikuti dengan baik karena penyampaian materi mudah dimengerti dan instruktur sangat membantu," ungkap Handika, peserta lain yang kini merasa lebih percaya diri untuk melamar pekerjaan.

Peserta lain, Jacky Java Pitomy, merasa pelatihan ini membuka kesempatan baru baginya. "Dulu saya ragu apakah bisa bekerja dengan alat berat. Tapi setelah pelatihan ini, saya merasa siap dan percaya diri. Kami juga ingin punya kesempatan yang sama," ujarnya.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, M. Yekti Pracoyo, menegaskan bahwa pemerintah setempat mendukung penuh inklusi tenaga kerja difabel. "Upaya ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia unggul, termasuk penyandang disabilitas. Saat ini ada 183 difabel yang bekerja di 32 perusahaan. Kami juga bekerja sama dengan Universitas Brawijaya untuk pembinaan berkelanjutan," jelasnya.

Lebih dari sekadar mendapatkan sertifikat, program pelatihan ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat bahwa penyandang disabilitas tidak kompeten. "Kami ingin mendorong kesetaraan gender dan inklusi sosial di sektor infrastruktur. Para peserta menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkontribusi secara profesional," tutup Jaepry Minaka.

Langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar untuk mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang menghargai semua potensi manusia, tanpa memandang latar belakang atau keterbatasan fisik. Di balik suara sunyi para peserta tuli, terdapat harapan yang semakin nyaring untuk kesempatan yang adil bagi semua.

library_books Munir