Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kota Malang Temukan 400 Kasus Tuberkulosis melalui Pelacakan Agresif

Kota Malang, 20 Mei 2025 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang berhasil menemukan sebanyak 400 kasus tuberkulosis (TB) melalui strategi pelacakan yang agresif. Upaya ini merupakan bagian dari program eliminasi TB yang ditargetkan selesai pada tahun 2035.

Menurut Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, tingginya angka temuan kasus tidak hanya menjadi berita buruk, melainkan juga menunjukkan bahwa sistem pelacakan yang diterapkan mulai berjalan dengan baik. "Semakin banyak yang ditemukan, semakin cepat kita bisa memutus rantai penularan," ujar Husnul dalam keterangan persnya.

Pelacakan kasus TB dilakukan dengan cara yang disebut investigasi kontak. Setiap pasien yang terkonfirmasi TB diminta untuk mengidentifikasi setidaknya 15 orang terdekat yang berisiko terpapar. Jika ada yang positif, mereka akan langsung mendapatkan pengobatan selama enam bulan sesuai dengan standar yang ditetapkan nasional.

Dinkes Kota Malang tidak hanya bekerja sendiri, mereka juga melibatkan masyarakat, termasuk organisasi seperti Muslimah, Aisyiyah, dan beberapa LSM lokal. Organisasi-organisasi ini berperan dalam memberikan edukasi mengenai gejala TB, seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, dan mendorong masyarakat untuk memeriksakan diri.

Husnul menekankan pentingnya kesadaran masyarakat. "Kami ingin warga sadar sejak dini. Bila ada gejala, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan," tambahnya.

Saat ini, diagnosis TB di Kota Malang menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang dikenal akurat dan efisien. Selain itu, dua Rukun Warga (RW) di Kecamatan Sukun dan Blimbing telah dinyatakan bebas TB, menjadi contoh yang baik untuk wilayah lainnya.

Meski ada beberapa wilayah dengan angka kasus TB yang tinggi, Husnul menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemetaan untuk menentukan zona rawan secara tepat.

Dinkes juga menekankan pentingnya vaksin BCG bagi bayi berusia 0-1 bulan untuk mencegah TB berat. Meskipun ada keterbatasan pasokan vaksin di tingkat nasional, persediaan vaksin di Kota Malang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan saat ini.

Dengan penemuan 400 kasus baru ini, Kota Malang optimis dapat mencapai target eliminasi TB nasional, yaitu hanya enam kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2035. Husnul mengingatkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja sama semua pihak. "Gerakan bersama ini adalah kunci utama. Ini bukan hanya pekerjaan pemerintah, tetapi tanggung jawab sosial kita semua," tutupnya.

Dengan langkah kolaboratif dan deteksi dini yang masif, Kota Malang memiliki peluang besar untuk mengatasi penyakit menular ini. Kini, yang dibutuhkan adalah konsistensi dan keterlibatan semua sektor agar target eliminasi TB bisa tercapai.

library_books Arif Rahman Hakim